Keberhasilan Proses Hipnosis secara klasik

Menurut saya seiring dengan perkembangan jaman hipnosis tidak sekedar science untuk memberdayakan dan melakukan terapi berbasiskan pikiran bawah sadar. Kini selain aspek science ada aspek seni dalam melakukan hipnosis. Dan mengkombinasikan aspek science dan art akan menjadikan hipnosis sangat harmoni.

Terdapat banyak sekali kemungkinan ketika melakukan proses hipnosis, baik untuk tujuan apapun. Untuk itu Anda perlu mengetahui hal-hal apa saja yang mempengaruhi keberhasilan proses hipnosis. Jika dalam kacamata hipnosis klasik terutama bagi yang sedang main main hipnosis atau stage hipnosis beberapa aspek yang saya sajikan disini bisa sangat membantu.

Pokok pokok pemikiran ini bisa dianggap sebagai patokan bagi rekan rekan yang memulai hipnosis. Atau masih newbie di bidang hipnosis.  Sering saya mendapat pertanyaan aspek apasaja yang menjadikan saya berhasil atau tidak dalam hipnosis, terutama untuk stage hipnosis.

Silahkan mencermati poin poin dibawah  ::

  1. Sugestibilitas subjek, secara alami subyek mempunyai suatu tingkat sugestibilitas yang berbeda. Ada orang yang karena lingkungan atau cara belajar sejak kecil maka dia sangat sugestibel, ada yang sedang sedang saja bahkan ada yang boleh dibilang sulit. Namun demikian prinsipnya semua orang bisa dihipnosis. Yang dimaksud ini adalah sugestibilitas fisik, karena awal awal perkembangan dulu baru sugestibilitas fisik yang dibahas. Padahal selain sugestibilitas fisik masih banyak lagi jenis jenis sugestibilitas.
  2. Kemampuan analisa subjek, subyek yang punya daya intelegensi rendah sehingga tidak paham dengan komunikasi yang dilakukan juga mengakibatkan sulit dihipnosis. Ada juga orang orang dengan tingkat analisa tinggi , bagi sebagaian hipnosis juga merupakan hal sulit untuk melakukan hipnosis. Namun dengan berbagai teknik teknik tertentu sebetulnya tidak masalah apakah orang tersebut punya daya analitik yang tinggi atau sedang sudah tidak menjadi masalah lagi.
  3. Kondisi kejiwaan subjek. Subyek yang dalam keadaan kondisi kejiwaan labil atau sedang dalam gangguan jiwa , merupakan suatu tantangan tersendiri kalau tidak mau dikatakan subyek yang sulit. Beberapa cara adalah menenangkan kondisi kejiwaan dulu baru dilakukan hipnosis. Contoh suatu klien yang mengalami gangguan kejiawaan dan sedang gaduh gelisah, maka hipnosis akan sulit masuk ke subyek tersebut.
  4. Suasana dan kondisi lingkungan. Suasana lingkungan yang tenang dan membuat subyek nyaman bisa membantu subyek untuk masuk hipnosis dengan lebih mudah.
  5. Kepercayaan subjek pada hipnotis. Ini adalah faktor yang sangat menentukan. Dengan kepercayaan yang tinggi kepada hipnosis memudahkan subyek masuk ke dalam hipnosis.
  6. Waktu yang dubutuhkan selama proses hipnosis. Semakin lama dan dilakukan berulang ulang tentu saja waktu yang dipakai semakin lama menjadikan subyek semakin sugestibel, karena di saat itu ada pembelajaran atau hipnotic training sehingga subyek semakin belajar untuk masuk trance.
  7. Keterampilan hipnotis. Kemampuan dan ketrampilan hipnotis sangat mempengaruhi keberhasilan hipnosis. Ada kekayaan karena jam terbang yaitu semakin banyak praktek semakin ahli, kemampuan kedua adalah kemampuan teknik, dengan menguasai berbagai teknik , aka seseorang akan lebih terbantu untuk melakukan hipnosis.

Sugesti Hipnosis dan Sugestibilitas dan

Apa itu sugesti? Bagaimana pendapat anda ?

Seringkali kita mendengar orang selalu mengucapkan kata sugesti.  Apa definisi dari sugesti, saya mencoba menyusun difinisi saya sendiri berdasarkan pengalaman saya.

“SUGESTI ADALAH KUMPULAN KATA KATA YANG MEMBERIKAN STIMULUS PADA ORANG MENERIMA. DALAM KAIDAH HIPNOSIS SUGESTI HARUS SESUAI DENGAN HUKUM-HUKUM PIKIRAN BAWAH SADAR.”

TES SUGESTIBILITAS

Sebelum sesorang hipnotis melakukan proses hypnosis maka harus melakukan tes sugestibilitas. Manfaat dari tes ini agar hipnotis bias mengukur tingkat sugestibilas subjek. Sehingga hipnotis bisa menentukan bagaimana menghipnosis subjek dengan tingkat sugesti tetentu.

Meskipun ada banyak ragam jenis tes sugestibilitas atau convicser tes, saya menyusun patokan sederhana yang hanya terdiri dari 4 tes.

Dengan 4 tes itu saya ajarkan suatu patokan mudah. Sehingga secara signifikan langsung bisa menentukan level sugestinilitas subyek. Untuk mengetahui seorang subjek termasuk kelompok yang mana, perlu dilakukan serangkaian tes dengan sebuah permainan sederhana, yaitu :

  1. Eye lock
  2. Hand lock
  3. Arm Levitasion Balon – buku
  4. Finger lock

Ada banyak tes tes lain namun dengan empat tes itu sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang signifikan.

TINGKAT SUGESTIBILITAS

Tingkat sugestibilitas merupakan pengelompokan subjek menurut kemampuannya dalam menerima sugesti. Terdapat banyak standart dalam hal ini. Untuk lebih mempermudahnya, saya menganut “Stanford Hypnotic Susceptibility Scale”. Kemudian dimodifikasi dan disederhanakan di IBH.

Skala ini menyatakan terdapat 3 tingkatan sugestibilitas berdasarkan penelitian, yaitu :

             Sulit (sebanyak 5%)

             Sedang / moderat (sebanyak 85%)

             Mudah (sebanyak 10%)

Permasalahannya bagaimana anda bisa dengan cepat menggolongkan bahwa si Alfa  termasuk yang sedang dan Si beta  termasuk moderat dan si charlie termasuk yang sulit.

Informasi akan tingkat sugestibilitas subjek akan membantu Anda untuk menentukan langkah selanjutnya.

sugestibilits tes

Dengan melakukan 4 tes itu saya bisa langsung mendapat patokan mudah, yang saya dapat dari pengalaman saya. Sehingga menjadi rumusan.

Jika Anda akan melakukan si Alfa di tes empat macam ini hasilnya semua tidak bisa dikatan si Alfa tingkat sugestibilitas fisiknya sulit.

Mereka yang punya tingkat sugestibilitas +1 dan +2 artinya dalam 4 tes itu hanya berhasil satu atau dua macam tes maka si Beta dan si Charli termasuk golongan tingkat sugestibilitas moderat.  Sedang mereka yang dites bisa macam tes maka tingkat sugestibitlasnya interseksi atau peralihan dari sedang ke mudah. Sedang yang +4 tingka sugestibilitasnya mudah.

Untuk Stage hipnosis sebagai patokan pemula anda harus mendapat yang tingkat sugestibilitas mudah artinya +4 dengan anda mendapat subyek positif empat maka permainan stage akan lancar dari segi sugestibilitas.

Bagaimana dengan teknik fast induksi atau hipnosis cepat, menurut pengalaman saya kalau anda mendapat subyek yang tingkat sugestibilitasnya +4 dipastikan anda pasti berhasil menggunkan fast induksi atau shock inducsi panggung. Untuk positif 3 diperlukan sedkit keahlihan anda. Dan bagi anda yang masih pemula lebih baik menghindari +1 atau +2 apalagi 0 untuk permainan panggung yang menggunakan shock induksi.

Ini salah satu variabel penting dalam hipnosis panggung meskipun ada berbagai variabel lainnya.

Teknik ini adalah bekal ketika anda mendapat training hypnosis fundamental di tempat kita.

Salam hangat

Yus santos

PS apakah anda Mau belajar hypnotherapy versi terlengkap di Indonesia. silahkan klik   http://bit.ly/1Qhd5Rh  output adalah dijamin bisa buka klinik sendiri dan atau jadi training.

About Yus Santos

Yus Santos, MM CCht, CI LM-NLP, MT -NNLP. Advanced International Quantum Touch. Mind Mastery With Firewalking Trainer, Clinical Hypnotherapist and Hypnosis Trainer. Parenting dan Pediatric Hypnotherapy Trainer NNLP Master Trainer Mendirikan Alfa Omega Center dan sekaligus menjadi direkturnya. Memegang profesional membership NGH, IACT, AHA, TICHER, Society of NLP, Sociaety Neo NLP Indonesia, IBH, Quantum Touch International, Longetovitologi International
Aside | This entry was posted in artikel hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s