Sistem Representasi dalam NLP

Dalam beberapa kesempatan memfasilitatori workshop tentang strategi jatuh cinta kembali kepada pasangannya sendiri, beberapa peserta sharing pengalaman mereka dan ternyata  punya benang merah yang mirip mengenai pengalaman saat mereka pertama kali janjian akan makan di suatu resto romantik tertentu bersama sang kekasih .

Sebelum menjemput sang kekasihnya seorang pria mempersiapkan diri mulai baju, jel rambut, pakaian yang dipilih tak terlalu rumit, meski persiapan sang wanita lebih rumit. Dan memang ketika menjemput dan akhirnya bertemu sang kekasih, sang pemuda yang kini sudah hampir setengah abad usianya, mensharingkan pengalamannya saya masih ingat bagaimana dia tersenyum, giginya putih serta lesung pipitnya disebelah kanan sambil memandang malu malu, mengenaikan kaus merah helter neck.

Bahkan bau parfumnya khas masih tercium meski suah berjalan 30 tahun lalu, terasa juga bagaimana telapak tangannya dingin ketika pertama saya gandeng. Dan kuingat juga dia berkata agak melemah campur parau ketika menjawab perkataanku I love you too katanya. Saya juga masih ingat betul bagaimana dia masih langsing, saya pun belum punya perut sebuncit sekarang. Dulu masih six pack sekarang one pack ha…ha.

Masih ingat mana restoran kencan anda pertama kali ? oh pasti ingat, meski sekarang sudah tutup, betapa tidak saat  duduk direstoran live music menyajikan music yang dinyanyikan Edi Silitonga, Jatuh cinta berjuta rasanya, dan saya ingat ketika menyendok ayam goreng sempat terjatuh garpunya. Bahkan masih ingat juga aroma masakan yang dipesan saat itu.  namun yang paling tidak bisa dilupakan ternyata kami berdua sama sama menjulurkan tangan ke bawah berlomba mengambil garpu yang jatuh sementara kami bertatapan wajah karena saya tak sengaja memegang tangan kanannya.

Bapak yang menceritakan kisah kencannya masih bisa mengigat bahkan masuk kembali pada pengalaman lalu yang sudah lama berselang. Dia menangkap pengalamannya lewat panca indera (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecapan) di NLP lebih familiar dengan modalitas. Melalui modalitas seseorang mengetahui dunia eksternal dan menggunakan informasi yang tercerap masuk ke dalam otak dan menbentuk representasi internal tentang dunia luar. Tentu saja sangat banyak subyektivitas, artinya tidak semua hal secara detil, kompleks dan real bisa benar benar direpresentasikan secara internal.

Lima Indera – VAKOG

Setiap orang  punya persepsi internal terhadap dunia luar. Informasi yang masuk lewat panca indera disaring oleh beberapa filter membentuk representasi internal. Melalui representasi internal ini, kita bisa menggunakannya sebagai dasar berbagai aspek pemrosesan mental.

Karena hampir setiap orang menganggal bahwa persepsi internal ini seolah-olah dunia nyata, seolah olah sama dengan dunia eksternal. Padahal sejatinya itu hanya representasi internal saja. Bukan real world.

Anda pun tahu bahwa  kita menggunakan modalitas utama yaitu  panca indra  yang bekerjasama dengan sistem neurologi kita yang kemudian dipersepsikan secara internal.karenanya dalam NLP disebut  sistem representasi atau representational system.

Sistem representasi sering disebut sebagai modalitas meliputi VAKOG – yaitu

  • Visual (penglihatan),
  • Auditori (pendengaran),
  • Kinestetik (perabaan, sentuhan, perasaan),
  • Olfaktori (penciuman), dan
  • Gustatori (pengecapan)

Meski ada 5 modalitas namun dalam NLP, ditekankan sebagai modalitas utama hanya tiga hal yaitu  visual, auditori dan kinestetik, karena ketiganya sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari kita. Namun sebagai catatan menggunakan kelima modalitas tersebut akan lebih bagus.

Masih ingatkan Anda apabila saya minta Anda  untuk mengingat dan mencermati serta merasakan rapat yang anda hadiri pekan lalu.  Anda boleh kembali mengakses diri anda masuk ke otak bagaimana gambarnya dalam pikiran anda. Apakah sudah kelihatan ruangan atau apakah anda sudah melihat berapa orang yang hadir. Siapakah mereka ? gambarnya bergerak atau diam. Anda yang tahu itu, sambil memperhatikan seseorang dalam rapat itu yang mengatakan hal penting yang anda ingat. Bagaimana nadanya, bagaimana kecepatan bicaranya, berapa orang yang berdebat. Bahkan ketika pemimpin rapat mengambil kesimpulan bagaimana bicaranya, keras lembutnya ? Barangkali anda juga masih bisa merasakan suhu ruangannya, apaka terlalu dingin atau malah membuat gerah tubuh anda. bahkan sebagaian orang bisa mengingat rasa camilan yang dihidangkan, apakah anda minum kopi susu atau kopi saja. Bagaimana rasanya yang anda minum, manis atau malah pahit kalau tidak bisa hambar.

Mengamati kejadian rapat itu seolah muncul gambaran visual  seperti apa yang anda lihat  saat itu? demikian halnya ketika menciptakan sensasi mental yang akan anda lihat di masa datang, misal liburan akhir tahun nanti anda akan kemana ? langsung anda bisa menciptakan gambaran mental tempat yang aka anda tuju. Demikian halnya bunyi-bunyian apa yang anda dengar ? bagaimana rasanya jika akhirnya anda tiba di sana? Saat berpikir tentang masa yang akan datang, indra kita menciptakan  gambaran-gambaran mental, bunyi-bunyian mental, hingga sensasi mental. Dunia yang kita ciptakan dikepala bisa sejelas dan senyata dunia nyata disekitar kita.

Primary System

Walau hampir setiap orang menggunakan kelima sistem representasi, namun tidak bisa dipungkiri sebagian orang memiliki representasi favorit.  Sebagaian orang secara natural  berpikir menggunakan gambar atau imaginasi, sebagian lagi favorit representasi audio atau pendengaran ada juga yang perasaan atau gerakan.

Beberapa orang lebih mudah  ”memvisualisasikan atau membayangkan”; melihat apa yang terjadi dalam memori atau mengonstruksi image (citra / gambaran) tentang sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang. Beberapa lainnya sangat mudah mengenang nada  musik atau membuat percakapan di pikiran mereka. Ada juga beberapa orang yang sangat peka tentang sensasi rasa mereka. Meski hampir semua orang tentu menggunakan semua indranya. Namun tanpa disadari sesorang bahkan anda akan lebih sering menggunakan  salah satu modalitas, dibandingkan modalitas yang lain.

Modalitas yang paling sering digunakan seseorang  disebut primary system atau preferred system. Primary System biasanya jauh lebih berkembang dibanding sistem yang lain. Tentu dipengaruhi pola asuh, sosialisasi, pembelajaran diri, kegiatan dan pengalaman ketika seseorang tumbuh menjadi dewasa. Tanpa sadar seseorang terpolakan memilih satu sistem tertentu itu. Biasanya preferred system itu hanya tiga yaitu visual, auditori, kinestetik .

Ketika anak anak banyak kegiatan seperti menari, balet, dansa, atau olah raga gerak dan banyak menghabiskan waktunya untuk hal hal yang bersifat kinestetik maka kemungkinan besar preferred systemnya akan kinestetik.

Sebaliknya semasa anak-anak menghabiskan banyak waktu mempelajari alat musik tertentu, bahkan suka menyanyi, dilatih puisi maka modalitas auditori akan berkembang lebih baik daripada lainnya.

Sama halnya ketika anak anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk melukis, bermain catur, fotografi tentu preferred system yang lebih berkembang adalah Visual.

Tentu banyak gunanya mengetahui primary system kita, kita bisa memaksimalkan pembelajaran anak dengan menyodorkan preferred system yang dipunyai anak. Kita juga bisa melakukan rapport yang baik hanya dengan melakukan matching primary system lawan bicara kita.

Namun demikian, umumnya kita relatif berimbang. Kita mempunyai akses pada kelima indra itu saat membutuhkannya menikmati pemandangan, mendengar radio, dan menerima pesan, dengan menggunakan representational system yang memadai. Keseimbangan lima sistem itu bisa dilatih dan dikembangkan.

Lalu bagaimana menentukan preferred system dari seseorang ? ada tiga cara yaitu dengan mencermati predicates, eye accesing cues, fisiology.

Predicates

Tanpa disadari seseorang dengan primary system tertentu memilih kata kata serta predikat suatu kalimat menunjukkan bahwa seseorang punya preferred system tertentu.  Kalimat-kalimat yang digunakan seseorang bisa mengindikasikan  representational system yang dia gunakan. Saat seseorang menyatakan, ”saya bisa melihat warna warni pelangi di langit sebelah barat. Artinya dia memproses dunia secara visual.  Saat manager mangatakan, ide anda merdu seperti nyayian para malaekat. maka ia sedang mengoperasikan modalitas auditori. Saat rekan anda yang berkata, ”Ayo, kita genggam semua peluang yang ada,” menunjukkan ia berpikir secara kinestetik.

Jika anda dengan hati-hati mendengar sseorang berbicara meski hanya sejenak, anda akan bisa merasakan serta mendengarkan secara seksama serta melihat ternyata seseorang punya pola tertentu mengenai pilihan jenis kata kerja atau jenis kata lainnya dalam kalimatnya kalimatnya. Pola-pola itu bisa merefleksikan apakah ia sedang menggunakan primary system tertentu . Kata kata yang dipilih secara tak sengaja tanpa disadari merujuk system tertentu dalam NLP disebut predicates.  Predicates adalah kata-kata yang sudah diproses secara indrawi merepresentasikan sistem tertentu. Terdiri dari berbagai jenis kata, meski dalam ilmu bahasa bisa disebut sebagai kata benda , kata kerja, kata keterangan, atau kata sifat.

Berbagai macam predicates yang biasanya banyak digunakan bisa dicermati di bawah ini:

Visual

Kelihatannya, tampaknya,jernih,  mata elang, terang benderang, sekejap mata, kabur, kelam, mencerahkan, mengekspos, fokus, diagram, grafik, gemerlap, ilusi, mengilustrasikan, dalam sudut pandang, lihat, mencermati, proyeksi, miniatur, jelas, prespektif, gambaran, menyingkap, kacamata, rabun, visi, dan lain-lain.

Auditori

Kedengarannya,Sumbang, komposisi, meninggikan suara, mendiskusikan, bercakap-cakap, harmonis, selaras,  pesan tersembunyi, nyaring, memekakkan telinga dan jelas, menyebut, membisu, seribu bahasa, hening, menyanyi, melagukan, suara, jujur saja, lidahku seperti terkunci, dari mulut ke mulut, banyak informasi, pembicaraannya dan lain-lain.

Kinestetik

Terasa, Hangat pelukannya, terkena dampaknya, melahirkan, merentangkan tangan,  mendidihkan, pukulan, sejuk, bergerak cepat, bertengkar, emosional, landasan, tak kuasa memikul beban, menerima tanggung jawab, sangat dekat dengan, telur diujung tanduk, bersetubuh, besentuhan dengan, terselip diantara sel-sel otak, banyak tekanan.

Latihan Mengenali Predicates

Sebelum anda melanjutkan dan menyelesaikan bagian ini, ada baiknya Anda melakukan latihan. Tugas pertama, sekarang temui beberapa orang bisa teman atau anggota keluarga. Perhatikan segala yang diucapkan seseorang tersebut. Dalam suatu percakapan cermati berapa banyak predikat yang terkait pada representasional system tertentu yang dia gunakan.

Temui minimal 3 orang dalam sehari ini dan lakukan yang sama lalu catat.

Kedua Anda bisa menyimak suatu station tertentu dalam 20 menit pertama amati, cermati dan dengarkan bagaimana penyiar radio tersebut menggunakan predicates dan simpulkan preferred system yang dimilikinya.

Ketiga anda juga bisa melatih dengan membuka satu artikel di koran hari ini baca serta cermati predicates yang banyak digunakan penulisnya kemudian simpulkan preferred system yang dimiliki penulisnya.

Selamat anda telah berlatih mencermati predicates dalam kehidupan sehari hari, sambil meneruskan latihan anda silahkan mencermati kalimat kalimat ini.

Tunjukan predicatesnya dan simpulkan preferred systemnya.

Angelina terpesona dengan gambaran yang dituliskan oleh rekan barunya. Apalagi ilustrasi yang dijelaskan dalam tulisan itu membuatnya terkesima. Ia bisa melihat alur naik turun membuatnya lebih optimis karena melihat masa depannya yang terang benderang.  Ia bisa mencermati bahwa tulisan itu menambahkan gambaran bahwa jalan hidup kemasa depan bisa sejelas mata memandang.

Jawab Visual : terpesona, gambaran, ilustrasi, dijelaskan, melihat,  alur, naik-turun.

Rina bisa mendengar kembali lemah lembutnya kata kata mesra yang diucapkan pacarnya setahun yang lalu. Bahkan Rina dengan mudah bisa mendendangkan lagu favorit yang sering mereka dengarkan berdua. Meski tanpa pamit ia sudah pergi selamanya, kata kata kekasihnyapun masih terngiang dalam batinnya.

Jawab  Audio : mendengar, lemah-lembutnya, kata-kata , diucapkan, mendendangkan, lagu, dengarkan, pamit, kata kata, terngiang.

Steve merasa beban tugasnya sangat berat di punggungnya, seolah memanggul karung pasir di pundakmya. Kali ini dia kesulitan menangkap ide baru untuk keluar dari penghalang langkahnya. Seakan kakinya terpaku di tanah, tangannya kaku membeku. Dia diam bergeming merasakan beban berat semakin menghimpitnya.

Jawab  Kinestetik merasa, beban, berat, memanggul, menangkap, keluar, penghalang, langkahnya, terpaku, kaku, membeku, diam, bergeming, merasakan, beban, berat, menghimpitnya.

Eye Accessing Cues

Karena N pertama dari NLP merujuk kata Neuro, NLP juga menyangkup neurologi. Salah satu penelitian neurologi yang dipakai dalam NLP adalah, korelasi antara proses internal dan gerak mata.  Mata memberikan tnada gerak tertentu yang merujuk dengan pemikiran tertentu. Dengan gerakan tertenu dari mata seorang praktisi NLP bisa mengidentifikasikan sedang memikirkan apa dalam persepsi internalnya, Akses mata ke otak menunjukkan tanda tertentu yang bisa dicirikan dan dipolakan. Itulah inti dari Eye Accessing Cues.

Agar anda piawai  dalam mengenali Eye Acessing Cues maka satu-satunya cara adalah dengan latihan. Sebelum berlatih ada baiknya anda memperhatikan gambar di bawah ini.

Gambar di atas ini memudahkan anda, atas kesimpulan para ahli yang mengkaitkan gerak mata dan berpikirnya seseorang.

  • Perhatikan ketika seseorang menggerakkan bola mata ke arah kiri atas, maka dia sedang mengingat suatu gambaran yang pernah mereka lihat sebelumnya visual remembered
  • Namun jika gerakan bola  matanya kearah kanan atas, berarti dia sedangmengkonstruksi atau membuat sebuah gambaran yang belum terjadi sebelumnya disebut visual construct
  • Jika gerakan bola mata ke arah kiri mendatar berarti dia sedang mengingat-ingat kata-kata atau suara atau lagu yang pernah dia dengar sebelumnya auditory remembered
  • Sebaliknya jika bola mata bererakan kearah kanan mendatar berarti dia sedang mengkonstruksi atau mereka reka kata-kata atau suara yang belum terjadi sebelumnya  auditory construct
  • Gerakan mata kekiri bawah mengindikasikan ia sedang melakukan dialog terhadap diri sendiri / internal dialogue melakukan selftalk atau disebut auditory Digital
  • Sebaliknya jika arah gerakan mata ke kanan bawah mengindikasikan ia sedang menggunakan kinestetiknya untuk merasakan sesuatu bisa sensasi, bisa emosi, bisa perasaan tertentu disebut kinsthetic

Sekarang latihan temui beberapa teman anda dan tanyakan beberapa pertanyaan di bawah ini sambil memperhatikan arah gerak matanya.

Visual Remembered (Vr)

    • apa warna gerbang kantor anda?
    • Apakah di rumahmu ada almari buku? Apa warnanya ?
    • Masih ingat warna kaos kaki anda ?
    • Apa warna baju anda kemaren ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kiri atas.

Visual  Construc (Vc)

    • Apa jadinya ketika anda mengecat rambut anda dengan warna pink ?
    • Bisakah anda membayangkan jika tangan anda berubah menjadi 8 dan berwarna merah ?.
    • Apa pernah lihat gajah pakai celana dalam biru ?
    • Bisa membayangkan sepeda motor punya sayap dan bisa terbang ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kanan atas.

Auditory remembered (Ar)

    • Masih ingat lagu favorit anda saat SD dulu ?
    • Masih ingat suara tokek ketika anda mendengarnya dulu?
    • Ingat suara teman Anda kalau sedang memaki maki dulu ?
    • Masih ingat ketika kekasih anda mengucapkan I love You ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kiri datar.

Auditory Construc (Ac)

    • Bisakah mendengar ikan duyung menyanyi ?
    • Anda boleh menciptakan beberapa nada baru yang semangat  .
    • Bagaimana kira kira bunyi kentut ikan hiu ?
    • Bagaimana bunyi gajah yang tertawa ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kanan datar.

Auditory Digital (Ad)

    • Coba pikirkan sisi positif negatif keputusan yang anda buat.
    • Apa kata kata pertama yang akan anda ucapkan ketika memberi pelatihan nanti. .
    • Tanyakan pada diri anda sendiri apa makna cinta bagi anda.
    • Bisakah anda menyebutkan kelebihan dan kelemahan anda ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kiri bawah

Kinesthetic  (K)

    • bagaimana rasanya ketika sakit gigi ?
    • Mana yang lebih berat kaki kiri atau kanan anda ?
    • Bisa kah anda merasakn saputan angin malam ?
    • Bisakah merasakan udara pantai ?

Ketika menjawab pertanyaan ini tentu saja teman anda secara tak sengaja bola matanya bergerak ke kanan bawah

Jika rekan anda ternyata arahnya tidak sesuai dengan petunjuk arah tersebut, anda boleh menanyai teman anda apa yang ia pikirkan kala itu. Ada kemungkinan ia memikirkan hal lain ketika anda tanyai sesuatu.  Misal ketika ditanya mengingat warna almari buku di ruang tamu seharusnya gerak bola mata ke kiri atas namun ternyata saat itu dia juga memikirkan kata apa yg dipilih saat pidato maka arah bisa ke kanan datar lalu baru kiri atas lagi ketika baru mengikuti pertanyaan anda.

Fisiologi dan Beberapa Ciri Lain

Selain predicates dan eye accesing cues ada ciri ciri fisiologi tertentu yang bisa menunjukkan prefered system yang dipunyai seseorang. Kita hanya bahas representasi yang dominan yaitu Visual, Auditory dan Kinestetik. Fisiologis adalah suatu ciri yang menunjukan kecenderungan tanda fisik tertentu baik pola nafas, cara berdiri, cara bicara, posisi tubuh .

Kecenderungan tersebut bisa dicermati sebagai berikut :

Visual

Pola nafas biasanya dangkal, cepat dan letaknya setinggi diangfragma ke atas , pernafasan dada.

Cara bicara biasanya nadanya tinggi, bicara dengan cepat, sambung menyambung jarang ada jeda.

Posisi tubuh biasanya tegang otot  di pundak, posisi dada tegak , kepala cenderung menyudut atas. Jari jari suka pada posisi menunjuk.

Cara penampilan : berpakaian rapi dan serasi warnanya, suka bersih, keingahan dan keteraturan.

Auditory

Pola nafas  sedang kadang tak beraturan, kadang nafas dada kadang diagframa ke bawah.

Cara bicara  biasanya nadanya naik turun, puitis, memperhatikan keindahan suara. kecepatannya sedang, memperhatikan kejelasan pembicaraan, sensitif terhadap nada dan enak tidaknya suara, suka berbisik bisik

Posisi tubuh  posisi kepala kadang agak miring satu sisi, lengan suka dilipat, sering melakukan selftalk.jarang diam atau aktif bergerak.

Cara penampilan tidak mementingkan penampilan

Kinesthetic

Pola nafas  biasanya dalam, lambat  dan rendah di perut atau diagframa ke bawah.

Cara bicara  biasanya nadanya rendah, ada jeda , pelan dan dalam.

Posisi tubuh   Biasanya berdiri dengan santai , tenang dan dada cederung agak membungkuk,  lengan terbentang, relaks, posisi kepala tegak agak maju ke depan, Peka terhadap suhu dan cuaca, perhatian terhadap panas dingin ruangan.

Cara penampilan tidak mementingkan kerapian namun mementingkan cara penampilan yang nyaman, kadang pakain tidak serasi yang penting enak dipakai.

Latihan temui 3 orang rekan anda kenali preferred systemnya dengan hanya mengamati fisiologinya catat dan latih terus menerus.

Kita sudah tahu bahwa ada tiga cara mengenali preferred system seseorang yaitu dengan mencermati predicates, eye accesing cues, fisiology. Namun dalam komunikasi bukan preferred system yang terpenting justu bagaimana mengenaidalam situasi apa dan kondisi apa seseorang memakai representasi tertentu

Kegunaan Sistem Representasi

Memperbaiki rapport dan meningkatkan komunikasi.

Dengan mengetahui bagaimana seseorang menggunakan representasinya pada waktu dan situasi tertentu, anda akan makin piawai dalam berkomunikasi daripada sekadar bergantung pada primary system. Anda bisa tahu apakah preferred modality seseorang adalah visual dan anda bisa menggunakan bahasa visual. Sekaligus anda bisa mencermati matanya mengarah kemana, jika kecenderungan ke bawah  tentu mengindikasikan ia banyak berpikir kinestetik, maka anda langsung bisa menentukan bahwa yang paling mudah berkomunikasi dengannya adalah bahasa kinestetik.

Dengan memahami map yang seseorang terkait sistem representasinya tentu memudahkan anda mengembangkan rapport yang lebih baik. Dengan rapport yang baik tentu saja komunikasi menjadi lebih mudah,karena komunikator bisa mendapatkan respon yang diinginkan.

Manfaat lain adalah terapeutic dan intervensi perubahan. Jika anda menemui teman anda sedang sedih atau setress larut dalam depresi. Tentu ada ciri ciri fiologi maupun gerak mata ke arah tertentu yang menunjukkan pola kesedihan atau pola putus asa. Dengan cermat mengamati pola pola ini seorang praktisi NLP bisa menginterupsi pola tersebut dan mengganti dengan pola yang lebih positif, dikatakan memberikan aspek perubahan terapeutic.

Misalnya ada rekan anda sedang merasa sangat tak berguna dan merasa sangat sedih atas kegagalan bisnis yang baru saja dialaminya, amati bagaimana gerak matanya biasanya matanya memandang ke bawah arah kanan, artinya dia sedang merasakan kepedihan. Perhatikan juga bagaimana dia menggunakan kata-kata dan isyarat tubuh biasanya suara pelan, arah pangdangan ke bawah, nafas cepat dan suara lemah. Nah dengan pola ini , menunjukkan rekan anda berada pada state tak berdaya. Bisa juga mengganti representasi internalnya misalnya dengan mengubah warnanya, mengganti settingnya di representasi internalnya, atau mengakses kembali hal lucu. Dengan demikian pola tak berdaya segera terhentikan dan bisa diganti dengan pola yang full resources (ada banyak teknik NLP untuk mengganti pola).

Memang masalah belum selesai, masalah juga tidak hilang namun akan sangat berbeda menghadapi masalah dengan state tak berdaya dalam keadaan putus asa dan sedih. Dibangingkan dengan state sangat berdaya full resoures, tentu menyelesaikan masalah dengan hasil jauh lebih baik.

Mengenali pembuatan keputusan kita

Seseorang tentu saja tidak luput dari pembuatan suatu keputusan. Satu aspeknya adalah reference system atau sistem referensi. Sistem referensi adalah apa yang digunakan seseorang untuk memverifikasi keputusan-keputusan yang sudah dibuat. Seseorang yang mempunyai sistem referensi kinestetik bisa merasakan  perasaan damai, bahagia, gembira jauh di dalam kalbunya bahwa ia tahu telah membuat pilihan tepat.

Sebaliknya seseorang yang mempunyai sistem referensi visual akan mengalami adanya gambaran internal dalam pikrannya yang memberikan warna warni keindahan dalam pengampilan keputusan yang dianggap tepat.

Juga orang-orang yang mempunyai sistem referensi auditori akan mendengar semacam dialog internal self talk positif yang memberi tahu tentang sesuatu yang benar.

Manfaat lain dengan mengetahui eye accessing cues yaitu mengetahui strategi seseorang dan menggunakannya. Di bagian belakang akan dibahas secara khusus bagaimana strategi dalam NLP. Anda pernah jatuh cinta kan ? nah ternyata jatuh cinta punya urut urutan proses dalam mental , urut urutan ini disebut strategy atau mental syntax. Jika urut urutannya diganti maka hasilnya akan berbeda. Demikian juga urut urutan atau strategi ini bisa dipasang kembali, nah anda pun bisa jatuh cinta kembali merasakan sensasi yang sama sepeti masa pacaran dulu terhadap istri anda yang sudah anda nikahi 30 tahun, dengan memasang strategi jatuh cinta. 

Lead representational System Adalah suatu sistem yang kita gunakan ketika kita mengakses suatu informasi yang diambil dari memori tertentu. Ketika seseorang diminta untuk masuk kembali ke situasi dimana saat dia melakukan perkemahan pertama kalinya. Ketika dia pertama kali yang muncul adalah gambar misalnya gambar tenda atau gambaran hutan tempat perkemahan itu. Dalam kasus ini lead systemnya adalah visual. Kadang lead sistem sama dengan preferred sistem namun kadang juga berbeda.

Anda bisa mengenali lead system seseorang dengan cara mengamati eye accessing cuesnya mana yang pertama kali diakses.

Translation Adalah melakukan perpindahan sistem representasi dalam mengungkapkan ide yang sama. Contoh :

Nyaman dalam kehangatan selimut (K)

Nyaman dalam dekorasi ruangan (V)

Nyaman dalam sapaan yang akrab (A)

Translation sangat penting dalam komunikasi, karena mengungkapkan ide yang sama dalam berbagai sistem representasi.

Nah anda tahu bagaimana representasi sistem atau modalitas bekerja pada diri seseorang. Dan yang penting bagaimana anda mendapatkan manfaat dalam aplikasi penggunaan sistem representasi ini.

Selanjutnya ikuti tulisan mengenai submodalitas, yang berkaitan erat dengan sistem ini.

UPSSSSS ANDA INGIN BELAJAR NLP YG SERIUS klik

http://bit.ly/1MgnfyZ

About Yus Santos

Yus Santos, MM CCht, CI LM-NLP, MT -NNLP. Advanced International Quantum Touch. Mind Mastery With Firewalking Trainer, Clinical Hypnotherapist and Hypnosis Trainer. Parenting dan Pediatric Hypnotherapy Trainer NNLP Master Trainer Mendirikan Alfa Omega Center dan sekaligus menjadi direkturnya. Memegang profesional membership NGH, IACT, AHA, TICHER, Society of NLP, Sociaety Neo NLP Indonesia, IBH, Quantum Touch International, Longetovitologi International
Aside | This entry was posted in artikel hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s