Tujuh Langkah NLP menjadikan Anak Anda ketagihan Belajar Bagian 3 Belief System melalui Reframing

Biasanya anak malas belajar karena merasa dirinya tidak bisa.  Sistem kepercayaan yang ada dalam anak misalnya, matematika itu sulit, menghafal itu membosankan, kecerdasanku rendah, aku tidak tahan belajar karena materi terlalu banyak.

Sistem kepercayaan atau belief system tidak menyangkut benar atau salah, baik atau buruk. Dalam NLP, fokus pada apakah kepercayaan yang anda miliki atau yang tertancap pada putera puteri anda itu memberdayakan atau justru melemahkan.

Mengenai sistem kepercayaan ini mudah, jika kepercayaan anda melemahkan atau tidak memberdayakan anak anda segera buang. Dan jika sistem kepercayaan menguatkan anda segera kuatkan.

Lalu caranya ?

Sebelum menguraikan langkah langkah membuat kepercayaan yang melemahkan. Ada baiknya anda cermati bagaimana sistem kepercayaan itu masuk dalam pikiran manusia.

Kepercayaan biasanya masuk dalam pikiran anak lewat bebrapa gerbang, diantaranya :

  1. Kata kata atau cerita atau kalimat yang didengar dari figur yang punya otoritas di mata anak. Misalnya Guru, teman teman yang dihormati, orang tua, famili
  2. Perilaku yang menjadi model, bisasanya orang tua atau teman dekat anak
  3. Kejadian atau pengalaman yang pernah terjadi di masa lalu.
  4. Referensi dari berbagai media TV, Internet, Bacaan

Rumusan belef sistem dalam NLP biasanya dituliskan sebagai kesetaraan komplek(complex equivalence dirumuskan CEq) dan Cause Effect dirumuskan  C/Eatau sebab akibat.

Contoh  :

  1. CEq , matematika itu sulit, Hafalan biologi itu membosankan
  2. C/E, sejarah menakutkan karena gurunya galak, kimia itu rumit karena banyak rumusnya.

Nah tentu ketik anda mendapati anak anda punya belief sistem yang melkemahkan otomatis menjadikannya malas belajar.

Dalam NLP menawarkan beberapa teknik untuk menghilangkan belief sistem yang tidak memberdayakan anak.

Teknik pertama adalah melalui reframing yaitu memberi arti baru terhadap belief sistem yang dipunyai anak. Proses mengubah pandangan atas sebuah pengalaman negatif menjadi sesuatu yang positif disebut proses reframing atau membingkai ulang

 Langkahnya langkahnya :

  1. Temukan kepercayaan yang dipunyai anak misalnya menghafal itu sulit.
  2. Cari tahu dimana anak bisa menghafal, ternyata kamu bisa menghafal nama nama pemain sepak bola.
  3. Temukan arti baru, ternyata ingatanmu bagus buktinya bisa menghafal nama nama pemain bola.
  4. Artinya jika kamu memberi perhatian atau tahu cara menghafal, menghafal itu mudah.
  5. Ajarkan cara menghafal yang fun dan mudah.

Reframing ada dua macam yaitu   membingkai ulang konteks disebut Context Reframing dan   kedua membingkai ulang isi disebut Content Reframing .

Context Reframing  adalah tindakan memberikan makna baru dengan cara memindahkan suatu hal atau kejadian dalam konteks ruang / waktu yang berbeda sehingga memunculkan arti baru yang lebih positif lebih memberdayakan.  Dengan kata lain context reframing adalah sebuah proses mengubah sebuah pengalaman negatif menjadi sesuatu yang positif dengan mengubah konteks kejadiannya karena pengalaman itu bisa menjadi keyakinan.

Salah satu cara mudah untuk membingkai atau memandang ulang sebuah pengalaman negatif bahkan keyakinan negatif adalah dengan membingkai ulang konteksnya melalui pertanyaan ini, “Pada waktu atau ditempat yang berbeda, makna apa yang bisa kita buat agar lebih menguntungkan dan memberdayakan bagi kita”

Juga terhadap anak yang misalnya dianggap cerewet oleh gurunya,bisa diberi makna  “jika besar nanti, ia akan menjadi pembicara yang ulung motivator handal” (konteks waktu). Atau, anda dapat berkata, “Kebiasaannya berbicara tentu akan membuat dia dapat menjadi anggota tim debat sekolah” (konteks tempat). Gampang bukan.

 Silahkan anda mengisikan berbagai peristiwa yang pernah dialami anak anda lalu berikan Context reframing.

 Slide1

Content Reframing adalah tindakan memberikan makna baru terhadap isi dari suatu kejadian.

Anda bisa menggali makna lain yang lebih positif dari suatu hal atau kejadian tanpa memindahkan atau mengubah kejadiannya. Kejadiannya tetap namun pemaknaan dari isi kejadian itu yang dirubah baru. Membingkai ulang isi adalah proses mengubah pengalaman negatif menjadi sesuatu yang positif menjadi dengan mengubah makna pengalaman tersebut. Ingatlah bahwa setiap pengalaman atau kejadian memiliki banyak makna. Makna yang kita pilih untuk kita percayai akan menjadi sesuatu yang nyata bagi kita. Dengan melakukan Content Reframing artinya kita menyediakan berbagai tambahan pilihan lain.

Salah satu cara mudah yang bisa Anda lakukan  untuk membingkai ulang isi adalah dengan mengajukan pertanyaan, ”Ada makna apa lagi?” ”Bagaimana hal ini dapat menguntungkan atau memberdayakan kita, dan bukannya hal yang malah mendatangkan kepedihan .

Anak saya dikatakan gurunya suka ngomong dan cerewet di kelas.  Anda bisa melakukan content reframing . Bagus! Itu bisa berarti anak anda memiliki banyak ide.”Atau, ”Itu berarti anak anda pandai. Saya bersyukur anak saya kreatif dan bagus dalam kecerdasan komunikasi.

Nah sekarang temukan suatu perisiwa pahit yang Anda temui dan lakukan content reframing.

Slide2

Dengan kepiawaian melakukan reframing Anda bisa membantu anak anda atau siapa saja sehingga mereka menghadapi masalah dengan kaca mata baru yang lebih memberdayakan. Sekarang, secara acak bayangkan anda atau seseorang yang anda kenal mengalami  skenario berikut berikut dalam hidup Anda.

Bagaimana anda akan membingkai ulang setiap pengalaman atau keadaan negatif itu untuk memberdayakan anda atau orang tersebut? Luangkan sedikit waktu anda untuk berpikir dan menuliskan bingkai ulang yang anda lakukan pada setiap pengalaman atau keadaan tersebut. Ambil pena anda dan lakukan sekarang juga.

Poin pokok dalam Reframing adalah cara Anda menyajikan membingkai pengalaman tersebut. Bagaimana Anda mengajarkan anak anda untuk  merespon pengalaman tersebut akhirnya menentukan kinerja anak Anda.

Tentu saja saat anda mengubah cara   memandang sesuatu, anda akan mengubah total makna dan kondisi emosi yang terkait dengan pengalaman tersebut. Sebagai akibatnya,anda akan mengubah keputusan dan tindakan yang akan anda ambil.  Anda harus belajar bagaimana menciptakan makna yang memperdayakan dari setiap pengalaman atau kejadian di sekitar kita.Anda dan juga banyak  pemimpin maupun pengusaha sukses melakukan hal ini untuk memperdayakan diri mereka dan orang-orang lain dalam rangka mencapai tujuan mereka sekarang.

Salam hangat

Yus santos

PS Anda ingin belajar serius menjadi pediatric hypnotherapist dan NLP Parenting practitioner silahkan klik   http://bit.ly/1Qhd5Rh

lanjutan ke bagian 4 silahkan klik  http://bit.ly/1RJlZ7m

About Yus Santos

Yus Santos, MM CCht, CI LM-NLP, MT -NNLP. Advanced International Quantum Touch. Mind Mastery With Firewalking Trainer, Clinical Hypnotherapist and Hypnosis Trainer. Parenting dan Pediatric Hypnotherapy Trainer NNLP Master Trainer Mendirikan Alfa Omega Center dan sekaligus menjadi direkturnya. Memegang profesional membership NGH, IACT, AHA, TICHER, Society of NLP, Sociaety Neo NLP Indonesia, IBH, Quantum Touch International, Longetovitologi International
Aside | This entry was posted in artikel hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s