Tujuh Langkah NLP menjadikan Anak Anda ketagihan Belajar Bagian 4 Metaprogram Anak dalam Belajar

Metaprogram Anak dalam NLP

Para penemu NLP awalnya sangat optimis dengan jurus jurus NLP namun ketika mereka menangani ribuan klien ternyata tidak semua jurus jurus NLP itu efektif pada orang orang tertentu. Padahal prosedur sudah dilakukan dengan baik dan jam terbang praktisi NLP nya juga oke. Lalu mengepa jurus jurus itu tidak berjalan ? Ternyata jurus jurus itu tidak dijalankan dalam metaprogram yang tepat.

Sama halnya jurus jurus mulai state membangun momentum dan strategi belajar atau teknik teknik belajar yang bagus, kenapa tidak berjalan pada anak tertentu dan bisa bagus serta optimal di anak yang lain ya ? karena metaprogram anak berlainan.

Itulah manusia ternyata manusia unik, maka keunikan itu harus dielaborasi. Dengan mengetahui metaprogram dan menjalankan jurus jurus NLP dalam metaprogram yang tepat maka jurus jurus NLP akan berjalan bagus luar biasa.

Lalu apa sih metaprogram ? Meta Program adalah serangkaian pola atau program yang menjadi sistem pola pikir bagi seseorang dalam berperilaku. Lebih tepatnya karena ada sebutan ‟meta‟ yang merupakan program yang menaungi program-program lain yang ada dalam diri kita, termasuk yang ada dalam pikiran anak Anda.

Meta Program adalah bagian dari program pikiran yang menentukan bagaimana anak anda merespon sesuatu dalam konteks tertentu. Jadi meta program adalah context dependent. Tidak semua orang akan merespon secara sama pada konteks yang sama.

Metaprogram menyerupai berbagai metode untuk melakukan profiling dalam psikologi, karena ia berusaha untuk mengklasifikasikan manusia ke dalam beberapa ‟tipe‟. Sedikit bedanya, bahwa dalam metaprogram melihat kecenderungan berdasarkan konteks ia berada.

Seseorang bisa saja sangat proaktif dalam mengambil keputusan bermain atau berkumpul  dengan teman temannya, tapi amat reaktif dalam keputusan yang berhubungan dengan pekerjaannya dipembelajaran di rumah.

Karenanya, proses profiling pun harus lebih spesifik menyasar konteks yang ingin dipahami anak: bermain, melakukan hobi, belajar di rumah, belajar kelompok, dan konteks yang lain.

Dalam NLP Metaprogram diklasifikasikan menjadi 4 bagian besar yang kemudian dibagi lagi menjadi sub klasifikasi.

IMG00054-20110530-1534

Empat bagian itu adalah :

  1. Sikap

  2. Motivasi

  3. Informasi

  4. Keyakinan

    1. Sikap, seorang anak bisa berbeda satu dengan yang lain manakala bersikap dalam suatu konteks tertentu. Mengenai sikap dibagi menjadi 3 sub bagian yaitu :

    a. Bekerja terbaik (belajar terbaik) jika : dalam kelompok besar atau dalam kelompok kecil atau justru independen.

    b. Fokus terhadap apa ? ada yang terhadap orang atau aktivitas atau benda

    c. Inisiatif apakah proaktif atau reaktif

    a. Belajar Terbaik, terhadap sikap masing masing anak bisa mempunyai metaprogram yang berbeda, taruhlah si Philio dalam kontek belajar (bekerja terbaik) ternyata Philio sangat optimal dalam belajar jika belajar dalam kelompok kecil 2 atau 3 orang. Philio jika disuruh belajar sendiri tidak ada orang lain yang bareng belajar dengan dia atau tidak ditemani belajar, dia sangat ogah ogahan. Sebaliknya jika diajak belajar berdua misal ditunggui orang tuanya belajar bareng dia menjadi sangat optimal. Karena metaprogramnya ada pada kelompok kecil.

    Beda dengan Binta yang dalam belajar lebih optimal jika ia belajar sendiri atau independen, Saat belajar jika binta ditunggui ditanya tanya dia menjadi bete dalam belajar. Dia lebih suka sendiri membaca dan menulis.

    Sedang Brian lebih suka belajar dalam kelompok besar atau ramai ramai. Beda lagi brian dia suka kalau belajar rame rame ada lebih dari 3 orang dia sangat antusias belajar karena memang model begini metaprogramnya.

    b. Fokus terhadap apa ?

    Fokus masing masing anak bisa berbeda fokusnya misalnya Philio dia tidak peduli dengan aktivitas maupun tempat dia belajar, bagi Philio yang terpenting dalam belajar adalah fokus pada orangnya. Dengan kata lain siapa yang mengajar atau dia belajar dengan siapa jauh lebih penting dibanding apa yang dia pelajari. Bisa jadi pelajaran yang dulu tidak disukai di SD setelah SMP menjadi pelajaran yang dia sukai karena gurunya care gurunya sangat cocok dengan dia.

    Sedang Brian fokus pada aktivitas apa yang dia sukai misalnya dia sudah menetapkan akan melakukan aktivitas olah raga badminton. Dia tidak peduli harus pergi dengan siapa atau dimana tempatnya bisa main badminton dia tidak peduli. Fokusnya dia mau olahraga badminton maka akan dilakukan.

    Ada juga yang anak cenderung fokus pada tempatnya misal si Binta ia hanya mau belajar jika ada tempat belajar yang memadai. Harus ada meja belajar bagi dia sehingga dia bisa belajar dengan optimal. Binta fokus pada tempat atau benda dalam melakukan aktivitas.

    d. Inisiatif Pro aktif atau reaktif ?

    Dalam diri tiap anak bisa jadi berbeda beda dalam berinisiatif Philio sangat reaktif berbeda dengan Brian yang pro aktif. Contoh Philio akan belajar karena disuruh orang tuanya atau disuruh gurunya maka ia bereaksi terhadap perintah itu. Philio juga mau belajar karena melihat nilainya jelek dia bereaksi supaya tidak mau dapat jelek lagi. Philio juga bereaksi tidak takut ulangannya dapat jelek karena bereaksi bahwa teman temannya juga dapat jelek. Philio mau segera ganti baju karena bereaksi bajunya kotor.

    Beda denga Binta yang pro aktif dia melakukan kegiatan belajar karena ada dorongan program bahwa dia seorang siswa maka harus belajar.  Ini waktunya belajar maka Binta harus belajar. Ini harus ganti baju karena memang sudah biasanya ganti baju sehari sekali.

    Tiap anak bisa memberikan inisiatif yang berbeda.

    2. Motivasi, setiap orang mempunyai triger atau kalatisator tertentu dalam hal motivasi, katogeri ini dibagi menjadi 4 sub yaitu

    a. Ide dalam konteks ide ada dua alternatif apakah seseorang termotivasi atas konsep (secara global) atau justru termotivasi atas ide detail. Dalam belajar tiap anak anak juga berbeda dalam menyerap suatu pembelajaran. Philio lebih suka konsep besar atau global. Beda dengan Binta yang termotivasi dan perhatian pada detil.

    Menyikapi hal ini tiap orang tua juga berbeda beda, istri saya fokus pada detil dan saya ide global. Orang tua selayaknya menyesuaikan dengan metaprogram anak anda.

    b.Persepsi demikian juga persepsi pilihannya kemungkinan/pilihan atau sebaliknya kepastian/prosedur. Belajar sangat sangat berkaitan dengan persepsi. Ada anak yang suka prosedural dalam mengerjakan apa saja selalu harus urut harus dari depan ini yang dilakukan anak saya Binta. Sedang Philio dia suka acak atau pilihan bukan urutan. Maka dalam belajar saya selalu tanya mau belajar dari mana atau apa dulu. Sesuakanya dengan begitu dia lebih optimal.

    c. Arah atau direction mendapatkan/menuju (forward to) atau justru menjauh/menghindar (away from) . Dalam melakukan sesuatu Binta lebih mengejar kenikmatan. Jika diiming iming hadiah maka dia menjadi sangat semangat. Sama halnya dengan Brian jika dia diiming iming sesuatu untuk belajar maka dia akan belajar. Binta dan Brian jika diancam kalau tidak belajar mereka malah tidak optimal dalam belajar. Dia belajar mempunya direksi mendapatkan sesuatu atau forward to. Beda dengan Philio dia belajar karena takut tidak naik kelas, takut dicemooh guru dan teman temannya jika mendapat jelek. Iming iming sesuatu tidak menjadikan dia mau belajar.

    d. Aktivitas bersemangat atau termotivasi apakah di awal atau saat berlangsung atau mengakhiri. Motivasi anak atau mood anak dalam belajar sangat berbeda beda ada yang semangat di awal awal selalu semangat ini ditunjukan oleh Brian semangat mengawali belajar hal baru meski kemudian dia agak loyo tidak bertahan. Beda dengan Philio jika mengawali hal baru sangat sulit namun dia bisa bertahan menyelesaikan sesuatu, contoh ketika belajar hal baru aritmatika mental atau sempoa di awal awal atau pertengahan level dari level 1 sampai 3 dia ogah ogahan namun meningkat sampai level 6 meski teman teman seangkatan sudah pada drop out dia semangat menyelesaikan sampai finish level yaitu level 10.

  1. Informasi bagian ini merujuk pada bagaimana seseorang atau anak anda mengelola suatu informasi atau mensortir informasi untuk kemudian dijadikan pijakan bagi dirinya melakukan hal tertentu.

    Ada dua macam yaitu bagaimana efeknya terhadap orang lain maupun diri sendiri, lalu bagaimana seseorang memilih atau membandingkan suatu hal.

    a. Efek bagaimana efeknya terhadap : diri sendri diri sendiri lalu orang lain Orang lain lau diri sendiri Orang lain

    b. Pilihan bagaimana melakukan pilihan Positif/kesamaan, Positif lalu negatif ,Negatif lalu Positif Negatif (perkecualian) Ternyata dalam mengelola informasi seseorang bisa berbeda satu dengan yang lain ada yang berdasarkan kesamaan dulu atau malah berbedaan dulu.

  1. Keyakinan, metaprogram ini merujuk pada bagaimana seseorang diyakinkan :

    a. Aksi/kegiatan dari segi aksi atau kegiatan seseorang diyakinkan ketika ; Melakukan Melihat Mendengar Membaca. Anak saya yang pertama Philio bisa diyakinkan ketika dia sudah melakukan. Artinya dia melakukan belajar dan berhasil baru dia yakin di bidang itu dia mumpuni. Beda dengan Brian hanya dengan mendengar dia sudah bisa diyakinkan. Artinya nasihat kata kata dari orang yang dia percaya sudah bisa menyakinkan dia dalam melakukan suatu kegiatan.

    b. Frekuensi , bagaimana secara kekerapan seseorang bisa diyakinkan apakah 1 kali langsung yakin N kali (beberapa kali baru yakin) Terus Menerus (konsisten). Binta hanya butuh satu kali diyakinkan maka dia akan yakin selamanya. Beda dengan Brian yang harus diyakinkan berkali kali.

    c. Justifikasi , bagaimana seseorang menjustifikasi suatu persoalan apakah : Berasal dari opini sendiri, Opini sendiri lalu orang lain, Opini orang lain lalu opini sendiri, Opini orang lain .

    Binta punya opini setelah mendapat justifikasi dari orang lain dan itu menjadi pegangannya. Beda dengan Brian justifikasinya berasal dari diri sendiri.

    d.Keputusan bagaimana kecenderungan seseorang mengambil keputusan Emosional Logika.

    Dalam mengambil keputusan emosional atau logika. Binta dan Philio mengambil keputusan ingin sesuatu untuk diikuti hanpir selalu berdasarkan emosi atau alasan emosional yang dia lakukan. Beda dengan Brian yang mengambil keputusan berdasarkan logika yang dia lakukan.

    Brian bisa dengan mudah tidak jadi mengambil keputusan jika diberikan logika yang masuk dibenaknya. Beda dengan Philio dan Binta yang mengambil keputusan berdasarkan emosi. Tak heran Philio bisa membeli mainan mahal yang jauh daripada usianya karena saat itu emosinya pingin punya mainan itu tanpa berpikir lebih logis bahwa dirinya sudah tidak saatnya bermain permainan yang dia beli saat dia emosi.

    Nah  sekarang yang terpenting bagi anda selaku orang tua adalah memeriksa, anak anak anda apakah metaprogram yang mereka punya. Dengan mengetahui metaprogram anda anak anak anda. Untuk kemudia terus melatih pembelajaran berdasarkan metaprogramnya anak anda akan menjadi optimal dalam belajar.

    Dengan mengetahui metaprogram anak anda artinya anda memperoleh informasi akurat tentang diri anak anda sehingga memudahkan anda melakukan hal tepat bersama orang yang tepat di waktu dan tempat yang tepat sehingga hasilnya akan optimal.

    Anda juga harus mengetahui meaprogram anda sendiri dan ingat jangan memakai metaprogram anda yang mungkin berbeda dengan anak anda. Jika kebetulan dalam konteks tertentu metaprogram anda sama dengan anak anda , berarti sangat memudahkan anda dan anak anda.

    Namun yang lebih penting anda harus fleksibel menerapkan pengetahuan metaprogram anak anda.Begitu juga ketika anda mengetahui metaprogram orang lain, termasuk metaprogram anak anda semua menjadi lebih mudah. Karena biar betapa bagusnya jurus jurus NLP termasuk dalam pembelajaran jika dijalankan dengan metaprogram yang tidak sesuai maka jurus jurus itu tidak akan efektif.

    Sebaliknya ketika anda meminta anak anda melakukan suatu kegiatan belajar dan anda sesuaikan dengan metaprogramnya, anak akan serba otomatis melakukannya. Itulah kekuatan metaprogram dalam belajar maupun aktivitas lain akan menjadi mengalir lancar seolah naik perahu pada arus yang tepat dan dibantu angin searah dengan tujuan.

Yus Santos

NLP Trainer

PS Jika Anda ingin membaca bagian sebelumnya silahkan klik tautan sebelumya

http://bit.ly/1Wtmeon

http://bit.ly/1P3Tr9B bagian 1

http://bit.ly/1M9txQI  bagian 2

http://bit.ly/1GHHKnM bagian 3

PS anda tentu ingin menjadikan anak anda bisa memaksimalkan kecerdasannya.

ingin tahu caranya ? silahkan klik

http://bit.ly/1WspV3c

About Yus Santos

Yus Santos, MM CCht, CI LM-NLP, MT -NNLP. Advanced International Quantum Touch. Mind Mastery With Firewalking Trainer, Clinical Hypnotherapist and Hypnosis Trainer. Parenting dan Pediatric Hypnotherapy Trainer NNLP Master Trainer Mendirikan Alfa Omega Center dan sekaligus menjadi direkturnya. Memegang profesional membership NGH, IACT, AHA, TICHER, Society of NLP, Sociaety Neo NLP Indonesia, IBH, Quantum Touch International, Longetovitologi International
Aside | This entry was posted in artikel hypnotherapy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s